Wanukaka, Sumba Barat,Senin, (2/02/2026)– Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga.,membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Wanukaka untuk Tahun Anggaran 2027. Kegiatan ini dihadiri oleh Yang mewakili Pimpinan DPRD , Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Barat, serta Wakil Ketua Tim PKK Sumba Barat.
aporan dari Plt.Camat Wanukaka, musrenbang ini bertujuan melaraskan prioritas pembangunan desa dengan kebijakan pemerintah daerah dalam rangka Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Plt.Camat Wanukaka, Lukas Pewu menyoroti empat potensi unggulan kecamatan, yaitu sektor pariwisata dengan keindahan alam perbukitan dan budaya kampung adat yang belum optimal dikelola; sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat; sektor peternakan yang terancam virus African Swine Fever (ASF); serta sektor perikanan pesisir yang potensial namun terganggu masuknya nelayan luar dengan peralatan lebih unggul.
Masyarakat berharap pemerintah mencegah keluhan nelayan lokal melalui pengelolaan bijak.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyampaikan Rencana Pembangunan Midterm Jangka (RPMJ) Kabupaten Sumba Barat dengan visi “Terwujudnya kehidupan rakyat Sumba Barat yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan”. Visi ini didukung delapan indikator kinerja utama, meliputi ekonomi, persentase penduduk miskin, indeks infrastruktur, indeks pembangunan manusia, indeks pembangunan gender, gangguan keamanan, reformasi birokrasi, dan indeks kualitas lingkungan hidup. Program prioritas Sumba Barat Berseri mencakup pembangunan ekonomi berbasis pariwisata, peningkatan sumber daya manusia, infrastruktur pelayanan daerah, Sumba Barat kuat dan tangguh, serta reformasi birokrasi.
Pimpinan DPRD yang diwakili memberikan apresiasi atas predikat nasional di bidang kesehatan Kabupaten Sumba Barat, khususnya di Kecamatan Wanukaka, sebagai hasil pelayanan yang prima.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Barat menegaskan bahwa pembangunan daerah bukan tugas mudah melainkan tanggung jawab bersama. Musrenbang ini diharapkan meningkatkan kinerja program dengan efisiensi anggaran, mendorong kemandirian dan kreativitas. Ia juga menyinggung tantangan seperti masalah tanah, miras, judi, pelayanan kesehatan, ketertiban anak sekolah untuk hindari miras dan jalan malam, serta pengamanan Pasola awal bulan ini yang harus menjadi tanggung jawab masyarakat Sumba sendiri, bukan hanya polisi, karena budaya ini bagian identitas mereka.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan risalah acara Musrenbang RKPD Kecamatan Wanukaka dan penandatanganan kesepakatan bersama, menandai komitmen seluruh stakeholder untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Sumber: Prokopim Sumba Barat




