MONITORING PERSIAPAN LAHAN PERKEBUNAN DI DESA RUA DENGAN BIAYA PENGOLAHAN BERSUMBER DARI DANA DESA

Rabu, 15 September 2021. Desa Rua merupakan salah satu Wilayah administratif Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, yang terletak di bagian Selatan Wilayah Pelayanan Pemerintah Kecamatan Wanukaka. Secara Geografis Wilayah Desa Rua, lebih dominan dengan lahan perkebunan dan padang ila-ilang, dan hanya memiliki beberapa area persawahan tadah hujan.

Terselenggaranya, kegiatan monitoring oleh tim Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bersama tim pemerintah Kecamatan Wanukaka. Maka Kepala Desa Rua, bertindak selaku kepala Wilayah di tingkat Desa. Membuka rapat persiapan monitoring sekaligus memberikan arahan kepada masyarakat, terkait dengan tujuan kegiatan tersebut. Dalam rapat persiapan monitoring Lahan perkebunan milik masyarakat Desa Rua di ikuti oleh: Kepala Dinas Perumahan yang di Wakili oleh Kepala Bidang bersama anggota tim, Kepala Bagian Ekonomi bersama anggota tim, Camat Wanukaka yang di Wakili oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial bersama anggota tim, Kepala Desa Rua bersama perangkat Desa, Ketua BPD bersama anggota, Ketua LPM bersama anggota, tokoh masyarakat, tokoh Pemuda dan masyarakat Desa Rua umumnya.

Kepala Desa Rua, Ibu Louru Milla. Dalam arahannya kepada masyarakat Desa Rua, menjelaskan bahwa kehadiran tim monitoring dari pemerintah Kabupaten dan pemerintah Kecamatan Wanukaka, bertujuan untuk memastikan persiapan lahan perkebunan masyarakat, lewat bantuan pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa dengan jumlah anggaran yang di alokasikan sebesar Dua Ratus Dua Puluh Empat Juta, Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah (224.250.000). Sedangkan luas lahan perkebunan yang di persiapkan 60 ha, terbagi dalam dua jenis lahan yaitu, untuk lahan perkebunan jagung se luas 40 ha dan lahan perbunan padi se luas 20 ha. Warga masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan sebagai penerima bantuan pemerintah Desa dan memiliki lahan perkebunan berjumlah Dua Ratus Empat Belas (214) orang.

Selain arahan yang di paparkan kepada masyarakat oleh Kepala Desa Rua, Ibu Louru Milla. Ia juga, menyampaikan beberapa permasalahan kebutuhan masyarakat Desa Rua, kepada tim monitoring Kabupaten Sumba Barat. Di antaranya, pengadaan meteran Listrik, Kebutuhan air bersih dan pengadaan Hand Traktor besar. Permasalahan ini, kepala Desa Rua mengharapkan bantuan dan kerja sama yang baik dari pemangku kepentingan di Kabupaten Sumba Barat, tegasnya.

Melkianus D. Biru, A.md, sebagai kepala seksi kesejahteraan sosial pada kantor kecamatan wanukaka, mewakili camat wanukaka. Mengajak masyarakat desa rua untuk memiliki tekad dan bekerja keras dalam mengolah lahan perkebunan dan memelihara tanaman jagung bahkan padi ladang, agar bisa memperoleh hasil panen yang memuaskan. Sehingga apa yang menjadi harapan pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat tidak sia-sia. Akan tetapi, membawa dampak yang positif dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak dan kebutuhan sosial budaya. Hal ini harus menjadi landasan dan target perjuangan yang di upayakan oleh masyarakat desa rua, lewat bantuan pemerintah desa yang mengalokasikan anggaran dana desa senilai 224.250.000, pesannya.

Kepala Bagian Ekonomi Kabupaten Sumba Barat. Tepatnya pada hari ini, wilayah Desa rua adalah Desa ke-3, dari Desa Hoba Wawi dan Desa Weimangoma yang merupakan target monitoring kami dari bagian ekonomi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Ketiga Desa tersebut, merupakan sasaran kegiatan program Desa asuh kami di Bagian ekonomi. Tujuan dari program Desa asuh, ingin mendampingi masyarakat dari ketiga Desa ini, untuk membantu masyarakat petani dalam pemasaran hasil pertanian, seperti jagung dan hasil komoditi lainya, agar bisa memperoleh nilai jual beli di pasaran yang dapat menguntungkan bagi masyarakat petani. Selain bantuan dalam pemasaran hasil perkebunan, Bagian ekonomi juga bertujuan untuk membantu masyarakat dalam bentuk manajemen dan penataan ekonomi masyarakat, seperti membangun usaha ketrampilan menenun dan kerajinan tangan yang juga memiliki nilai jual di pasaran. Oleh sebab itu, kami juga mengharapkan upaya dan kerja sama yang baik dari pemerintah Desa dan masyarakat untuk dapat mewujudkan program ini.

Adi Biru, S.Hut, selaku Kepala Bidang yang mewakili Kepala Dinas Perumahan menanggapi tentang permasalahan penerangan di Desa Rua yang di sampaikan oleh Kepala Desa Rua. Bahwa terkait dengan penerangan/meteran listrik. Pola kebijakan yang upayakan adalah koordinasi langsung dengan pihak Direktur PLN yang ada di wilayah Kabupaten Sumba Barat. Jadi, tidak harus melalui Dinas Perumahan, akan tetapi bisa secara langsung oleh pihak pemerintah Desa melakukan koordinasi dengan pihak Direktur PLN, dengan ketentuan mengumpulkan data-data rumah tangga yang merupakan target pengadaan listrik dan di ajukan langsung ke pihak PLN, ketika pihak PLN menyetujui, maka pihak PLN akan melakukan survei berdasarkan data-data penerima yang di ajukan, imbuhnya.

Berakhirnya, penyampaian arahan dan tujuan kegiatan monitoring. Kepala Desa Rua mengarahkan perangkat desa dan masyarakat bersama tim monitoring di lokasi perkebunan yang di persiapkan. Setibanya, di lokasi perkebunan oleh pemerintah Desa dengan tim monitoring. Di temuilah salah satu warga Desa rua yang sedang mempersiapkan lahan perkebunan miliknya, dengan identitas Hilarius Higa Lewa. Tim monitoring dengan segera melakukan wawancara kepada Bpk, Hilarius Higa Lewa. Ia menanggapi setiap pertayaan dari tim monitoring. Menjelaskan bahwa. Luas lahan yang di olah 1 ha, lahan yang di persiapkan untuk tanaman padi ladang, lahan padi ladang 1 ha akan mengupayakan untuk memperoleh hasil 60 karung yg berisi 100kg.

 

Demikian Redaksi kegiatan oleh pemerintah Kecamatan Wanukaka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − five =

Scroll to Top